Renungan
Pagi 26 Februari 2016 “Pandanglah Pada Yesus”
Dua Jenis
Anggota-Anggota Gereja
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan
disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).
Menjadi anggota gereja tidak sama
dengan menjadi seorang Kristen. Beberapa anggota gereja hanya menyebabkan
masalah saja bagi pasangan-pasangan mereka, anak-anak mereka, lingkungan
pemukiman mereka dan jemaat mereka.
Tanda peringatan pertama orang-orang
demikian adalah sikap kritik mereka dan perilaku yang keras. Mereka selalu
punya sesuatu untuk menyatakan apa yang salah.
Tentu saja,
mereka membungkus keculasan mereka dalam kekudusan dengan mengatakan bahwa
mereka hanya ingin memperbaiki yang salah dalam gereja atau orang lain. Walau
motivasi seperti itu patut dipuji, namun orang-orang demikian sebaiknya mulai
membersihkan cara-cara perang mereka terlebih dulu dan mengenakan
atribut-atribut kedamaian.
Kita perlu tahu, membawa damai
adalah lebih daripada sekadar tidak hidup dalam wilayah kritik dan mencari
kesalahan. Membawa damai mempunyai aspek positif yang dengan baik sekali
dibentangkan di dalam doa berikut: “’Tuhan, jadikan saya alat damai-Mu. Di mana
ada kebencian, biarlah saya menebar kasih; di mana ada luka, saya menjadi
pengampunan; di mana ada keraguan, di sana ada iman; di mana ada keputusasaan,
memberi pengharapan; di mana ada kegelapan, saya menjadi terang; dan di mana
ada dukacita, saya membagi sukacita. Oh, Guru Ilahi, perkenankan agar saya
tidak minta dihibur tetapi menghibur; untuk dikasihi dan mengasihi. Karena
dalam memberi itu kita menerima, dalam memaafkan kita dimaafkan; dan di dalam
mati kita dilahirkan ke dalam kehidupan kekal.”
Ada dua jenis anggota gereja:
Anak-anak Allah dan anak-anak Iblis. Jika saya anak Iblis, maka saya pastikan
agar kedua jenis ini ditanam di tiap jemaat. Tidak usah dikatakan, hanya
pembawa damailah yang masuk ke dalam kategori pertama.
Membawa damai adalah kegiatan yang
banyak seginya. Untuk menjadi seorang pembawa damai, saya perlu mengevaluasi
setiap situasi menurut Injil. Saya harus bertanya, apakah maksud tindakan ini?
lebih banyak orang terlibat daripada hanya saya. Bagaimanakah dampak yang saya
lakukan kepada diri mereka? Apakah dampak yang tindakan-tindakan saya akan
tinggalkan pada nama Kristus? Ataukah gereja? Ataukah komunitas saya? Seorang
pembawa damai berjalan mengikuti terang kabar Injil.
Ada pameo yang berbunyi: “Untuk
hidup bersama orang-orang kudus di surga adalah berkat dan mulia, tetapi untuk
hidup bersama orang kudus di bumi sering lain ceritanya.”
Allah memanggil Anda hari ini agar
menjadikan gereja berbeda dari dunia. Dia memanggil Anda secara perorangan agar
menjadi seorang pembawa damai dalam rupa Yesus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar