Renungan Pagi 14 Februari 2016 “Pandanglah
Pada Yesus”
Panggilan Yesus
“Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia
melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas,
saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan
penjala manusia.’ Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan
mengikuti Dia” (Matius 4: 18-20).
Hari ini di mulai dengan dua nelayan menebara jala mereka. Itu
pekerjaan berat, tetapi memuaskan. Walaupun mereka tidak akan pernah menjadi
kaya, menurut tolak ukur zaman itu, namun mereka berada cukup di atas garis
rata-rata perolehan nafkah. Mereka memiliki sebuah perahu dan penghasilan
mereka tetap. Membandingkan posisi sosial mereka yang relative dengan para
pemilik bisnis kecil yang berhasil di zaman kita, kita dapat menganggap
kedudukan mereka berada di kelas menengah ke atas.
Dan kemudian, Dia memasuki kehidupan mereka
dan keadaan tidak akan pernah sama lagi. “Ikutlah Aku” adalah kata-kata-Nya.
dan itulah yang mereka lakukan, meninggalkan kemapanan financial mereka di
belakang mereka untuk mendampingi Seorang kelana tunawisma yang menyatakan Dia
akan menjadikan mereka “penjala manusia.” Sudah tentu mereka bertanya-tanya apa
arti ucapan itu.
Mengapa mereka menyerahkan diri mereka dan
meninggalkan semua?
Orang-orang zaman sekarang menghadapi pertanyaan yang sama.
Mengapa beberapa siswa saya meninggalkan kedudukan-kedudukan yang menguntungkan
sebagai dokter atau pengacara atau pelaku bisnis dengan penghasilan tinggi untuk
kembali ke sekolah dan hidup atas gaji pendeta yang tak seberapa, jauh di bawah
apa yang sudah biasa mereka peroleh? Mengapa beberapa orang memutuskan untuk
melayani misi-misi di negeri asing? Dan mengapa tak terhitung banyaknya jutaan
umat Kristen dari berbagai kedudukan dan jabatan menderita kerugian supaya
mempertahankan kejujuran dan intergritas di dalam praktik bisnis mereka?
Jawabannya ditemukan di dalam Dia bernama
Yesus dan pekabaran dahsyat-Nya. Dia masih mencari perorangan sekarang. Bagi
beberapa orang panggilan itu segera, seperti kilatan halilintar pada kehidupan
mereka. Bagi yang lain kejadian itu melintasi minggu, bulan. Dan bahkan tahun.
Namun panggilan itu masih berlangsung sementara orang-orang membuat
keputusan-keputusan meninggalkan jala-jala apa pun yang sedang mereka tebar.
Tetapi seperti Petrus dan Andreas, mereka
tidak tahu apa tujuan semua itu. Dan hal itu mungkin saja baik, karena Petrus
berakhir di kayu salib dan partner, Yakobus Zebedeus, akan menemukan kematian
di tangan salah satu pembantai Herodes pada beberapa tahun berikutnya.
Tetapi tak satu pun para murid
mula-mula itu mengerti sisi terang masa depan – bagaimana mereka akan mengubah
dunia di zaman mereka dan bahwa tiap generasi setelah mereka akan
dipengaruhi oleh tindakan mereka, yaitu meninggalkan jala-jala mereka.
Yesus masih memanggil kita. Sekarang ini Dia
masih meminta para laki-laki dan wanita untuk menjadi “penjala manusia.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar