Renungan
Pagi 20 Februari 2016 “Pandanglah Pada Yesus”
Profi Karakter Kristen Yang Ideal
“Lalu
Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ
berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak oarng lain…. Mereka
datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka….
Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar
dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan. Lalu Yesus memandang
murid-murid-Nya dan berkata: “Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena
kamulah yang empunya Kerajaan Allah”’ (Lukas 6:17-20).
Lukas
menulis Khotbah di Atas Bukit,dan menggambarkan banyak sekali orang berdesakan
menghampiri Yesus untuk penyembuhan dan pemberkatan rohani. Dan di sini kita
menemukan prinsip dasar kehidupan dan pelayanan-Nya. Yesus mengetahui bahwa
melukai orang bukanlah sesuatu yang dapat diterima dengan baik. Oleh karena
itu, Dia tidak memisahkan yang fisik dan yang rohani. Pertama, Dia menyembuhkan
tubuh mereka,kemudian Dia menyampaikan berkat rohani.
Dalam Ucapan Bahagia, Tuhan memberitahu para pengikut-Nya
karakter Kristen yang ideal. Tidak seperti karunia-karunia Roh, di mana satu
orang pergi kepada orang lain dan orang lain kepada yang lain lagi. Di sini
setiap orang Kristen akan memiliki delapan jenis karakteristik. Jadi seorang
pengikut Kristus tidaklah lemah lembut atau murni di hatinya,
tetapi yang lemah lembut dan murni dalam hati. Kedelapan
karakteristik itu harus membentuk profil moral setiap orang Kristen.
Karakteristik-karakteristik itu adalah sifat-sifat yang esensial para warga
kerajaan.
` Bagian kedua setiap ucapan indah itu
menggambarkan delapan delapan berkat yang Allah ingin limpahkan bagi umat-Nya.
seperti kerajaan itu, berkat-berkat itu sebagian adalah pengalaman sekarang dan
sebagian pengalaman masa depan. Jadi, mereka yang dihibur oleh pekabaran Injil
maka di dalam kehidupan sekarang akan menemukan penghiburan yang nanti jauh
lebih banyak pada Kedatangan Kedua Kali. Perwujudan kerajaan akan membawa
sepenuhnya yang kita sekarang rasakan daripada setiap berkat yang dijanjikan.
Memilih ucapan bahagia secara paling sederhana
adalah dengan membagi ucapan-ucapan itu sebagaimana kedua loh batu hukum Allah.
Jadi, kita dapat melihat keempat yang pertama sebagai bagian yang menggambarkan
hubungan umat Kristen dengan Allah, sedangkan empat yang kedua memfokus pada
sikap seseorang terhadap orang lain. Tidak seperti beberapa orang gereja, Yesus
tidak pernah memisahkan hubungan sehat bersama Allah dari sebuah hubungan utuh
bersama sesama.
Hal terakhir mengenai Ucapan Bahagia ini adalah,
ucapan-ucapan ini bersifat progresif. Setiap karakteristik menjurus kepada yang
berikut. Akibatnya, mereka yang mengenal kepapaan rohani akan berdukacita atas
kenyataan itu, dalam prosesnya direndahkan, dibuat menjadi lapar akan
kebenaran, dan setelah dipuaskan maka dikirim kembali ke komunitas mereka untuk
berbelas kasihan dan murni dalam hati.
Bantulah saya hari ini, ya Tuhan agar sepenuhnya mengidupkan
setiap karakteristik dalam ucapan bahagia. Saya merindukan berkat-Mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar