Renungan Pagi” 05 Februari 2016 “Pandanglah
Pada Yesus”
Lebih Banyak Pelajaran Lagi Bagi
“Tikus-Tikus Kecil Yang Kotor”
“Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku;
membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu
dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus” (Markus 1:7, 8).
“Ia harus makin besar, tapi aku harus makin kecil” (Yohanes
3: 30).
Walau sifatnya yang aneh dan caranya yang memaksakan,
Yohanes Pembaptis sesungguhnya seoarng yang besar. Bukan saja dia membuat
kebanyak-an orang melakukan perjalanan jauh untuk mendengarnya, tetapi juga
para ahli Taurat tersohor bangsa itu. Dan mereka bukan saja mendengarkannya
tetapi juga menerima “cercaan-cercaannya” mengenai kedudukan dan tabiat mereka.
Bahkan akhirnya penguasa bangsa itu memanggilnya untuk bertemu dengannya.
Yohanes benar-benar suatu pribadi yang berpengaruh dan punya prestise.
Walau hal itu benar, adalah juga
benar bahwa dia tidak pernah jatuh ke dalam lubang yang sama seperti sebagian
besar kita “tikus-tikus kecil yang kotor” ini. perkenankan saya menerangkannya.
Saya pernah mengenal seorang pengabar Injil yang besar yang benar-benar sukses.
Dia telah membawa ribuan orang ke dalam gereja. Tetapi dia takluk pada
kebiasaan menganggap dirinya sendiri besar. Kita dapat mengatakan yang sama,
tentu saja, mengenai banyak pendeta besar, para pemimpin gereja setempat, dan
bahkan para anggota gereja. Agaknya ada cukup banyak memiliki “sifat tikus” di
seluruh dunia.
Salah satu masalah serius dari
keberhasilan manusia dalam setiap usaha adalah berapa dekatnya kegagalan. Dan
kegagalan berkuasa apabila manusia mulai memuji diri sendiri, apabila pandangan
mereka tentang diri mereka menjadi mulia, apabila mereka pada intinya menunjuk
kepada diri mereka sendiri dan bukan kepada Yesus oleh prilaku mereka dan
cara-cara penyampaian kata yang serba halus. Itulah inti “sifat tikus.”
Sang Pembaptis melihat masalah ini
dengan jelas. Dan saya bayangkan dia menhadapi godaan-godaan kebesaran diri
seperti Anda dan saya. Tetapi dia menemikan pelajaran paling berharga yang kita
masing-masing dapat pelajari. Yaitu, bahwa memusatkan pikiran kepada diri kita
sendiri adalah akar dosa kita dan masalah-masalah yang mengalir darinya.
Yohanes sendiri menguraikan
solusinya ketika para pengikutnya menyadari bahwa pelayanan Yesus itu
meredupkan pelayananya (Yoh. 3:26). Tetapi bagi Yohanes hal itu sama sekali
bukan masalah. Dia telah mempelajari pelajaran terpenting dalam kehidupan: “Ia
harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”
Teman-teman yang baik, sudah tiba
waktunya untuk kita bergabung dengan Yohanes! Hari ini kita perlu berhenti
menunjuk kepada diri kita sendiri, berhenti merasa bahwa kita lebih baik
daripada orang lain, dan biarkan Yesus di tempat-Nya yang sah. Tolong kami, Bapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar