Renungan Pagi 22 Februari 2016 “Pandanglah
Pada Yesus”
Yesus Kembali Lagi Ke Awal
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan
memiliki bumi” (Matius 5:5).
Ajaran Yesus dalam ucapan
bahagia ketiga kembali menentang
kebijakan yang diterima dunia kita. Menurut Dia, bukanlah mereka yang ambisius,
anas, agresif, atau hanya memikirkan diri sendiri, yang akan mewarisi bumi.
Sebaliknya, mereka yang lemah lembut – orang-orang yang melihat
ketidakberdayaan mereka dan kemiskinan rohani mereka lalu berduka atas
kekurangan-kekurangan mereka. Orang-orang seperti itu tidak mempunyai tempat
untuk sombong, tetapi banyak ruang untuk kelemah lembutan.
Kata Yunani untuk “lemah lembut”
juga dapat diterjemahkan sebagai “ramah,” “rendah hati,” “bijaksana,” dan
“sederhana.” Kita jangan mengelirukan kelemah lembutan dengan kelemahan. Mereka
yang lemah lembut bisa saja memiliki wibawa dan kekuatan, tetapi mereka lebih
suka tidak menggunakan itu untuk tujuan kepentingan diri sendiri. Kerendahan
hati dan kebergantungan sejati kepada Allah selalu membarengi kekuatan mereka
yang lemah lembut. Leon Morris menyarankan, “Mereka yang paling memenuhi syarat
untuk berkat ini adalah mereka yang kuat menolak untuk mendominasi.”
Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai
lemah lembut dalam Matius 11:29. Walau Ia memiliki semua kuasa, Dia memasuki
Yerusalem dan menuju ke kayu salib dengan damai. Itulah kebalikan partai Zelot,
yang mengharapkan Mesias menggulingkan pemerintahan Romawi dengan kekerasan.
Apakah mereka kuat atau lemah,
mereka yang lemah lembut adalah orang-orang yang memperhatikan
kebijakan kerendahan hati dan keramahan. Bagi umat manusia yang penuh dosa,
kelemahlembutan mengalir keluar dari perasaan tidak berdaya dan dosa yang
mereka rasakan ketika mereka mencoba hidup terpisah dari kasih karunia Allah.
Orang-orang yang demikianlah yang
akan mewarisi bumi. Ekonomi dunia berdasarkan keamanan dan kuasa. Sayangnya
tidak ada kekayaan yang terbatas. Akibatnya, pria dan wanita di mana-mana
bergulat untuk memperoleh bagian mereka- atau untuk mengutarakannya secara
lebih jujur, lebih dari bagian mereka.
Kita melihat akibat-akibat sifat
manusia yang mementingkan diri sendiri dan agresif di mana-mana. Bangsa melawan
bangsa di ajang internasional, sementara orang-orang bergulat untuk memperoleh
posisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Sama sekali tidak kelihatan mereka yang lemah lembut akan
mewarisi apa pun yang patut diperoleh menurut tolak ukur dunia. Ganjaran akhir
bagi Yesus adalah kayu salib. Dan banyak pengikut-Nya yang setia
telah mengalami penganiyayaan dan hidup dalan kemiskinan.
Tetapi janji Ucapan Bahagia ketiga
dan keseluruhan Perjanjian Baru adalah suatu perubahan akan datang. Mereka yang
lemah lembut di dalam kerajaan Allah yang jungkir balik akan mewarisi bumi. Dan
bukan saja bumi yang sudah tua ini, tetapi dunia yang tidak dicemarkan oleh
kepedihan penyakit dan kematian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar