Minggu, 21 Februari 2016

Renungan Pagi 22 Februari 2016 “Pandanglah Pada Yesus”

Renungan Pagi 22  Februari  2016 “Pandanglah Pada Yesus”

Yesus  Kembali  Lagi  Ke Awal

“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi” (Matius 5:5).

Ajaran Yesus dalam  ucapan  bahagia ketiga kembali menentang kebijakan yang diterima dunia kita. Menurut Dia, bukanlah mereka yang ambisius, anas, agresif, atau hanya memikirkan diri sendiri, yang akan mewarisi bumi. Sebaliknya, mereka yang lemah lembut – orang-orang yang melihat ketidakberdayaan mereka dan kemiskinan rohani mereka lalu berduka atas kekurangan-kekurangan mereka. Orang-orang seperti itu tidak mempunyai tempat untuk sombong, tetapi banyak ruang untuk kelemah lembutan.
Kata Yunani untuk “lemah lembut” juga dapat diterjemahkan sebagai “ramah,” “rendah hati,” “bijaksana,” dan “sederhana.” Kita jangan mengelirukan kelemah lembutan dengan kelemahan. Mereka yang lemah lembut bisa saja memiliki wibawa dan kekuatan, tetapi mereka lebih suka tidak menggunakan itu untuk tujuan kepentingan diri sendiri. Kerendahan hati dan kebergantungan sejati kepada Allah selalu membarengi kekuatan mereka yang lemah lembut. Leon Morris menyarankan, “Mereka yang paling memenuhi syarat untuk berkat ini adalah mereka yang kuat menolak untuk mendominasi.”
Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai lemah lembut dalam Matius 11:29. Walau Ia memiliki semua kuasa, Dia memasuki Yerusalem dan menuju ke kayu salib dengan damai. Itulah kebalikan partai Zelot, yang mengharapkan Mesias menggulingkan pemerintahan Romawi dengan  kekerasan.
Apakah mereka kuat atau lemah, mereka  yang lemah lembut adalah orang-orang yang memperhatikan kebijakan kerendahan hati dan keramahan. Bagi umat manusia yang penuh dosa, kelemahlembutan mengalir keluar dari perasaan tidak berdaya dan dosa yang mereka rasakan ketika mereka mencoba hidup terpisah dari kasih karunia Allah.
Orang-orang yang demikianlah yang akan mewarisi bumi. Ekonomi dunia berdasarkan keamanan dan kuasa. Sayangnya tidak ada kekayaan yang terbatas. Akibatnya, pria dan wanita di mana-mana bergulat untuk memperoleh bagian mereka- atau untuk mengutarakannya secara lebih jujur, lebih dari bagian mereka.
Kita melihat akibat-akibat sifat manusia yang mementingkan diri sendiri dan agresif di mana-mana. Bangsa melawan bangsa di ajang internasional, sementara orang-orang bergulat untuk memperoleh posisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Sama sekali tidak kelihatan mereka yang lemah lembut akan mewarisi apa pun yang patut diperoleh menurut tolak ukur dunia. Ganjaran akhir bagi  Yesus adalah kayu salib. Dan banyak pengikut-Nya yang setia telah mengalami penganiyayaan dan hidup dalan kemiskinan.
Tetapi janji Ucapan Bahagia ketiga dan keseluruhan Perjanjian Baru adalah suatu perubahan akan datang. Mereka yang lemah lembut di dalam kerajaan Allah yang jungkir balik akan mewarisi bumi. Dan bukan saja bumi yang sudah tua ini, tetapi dunia yang tidak dicemarkan oleh kepedihan penyakit dan kematian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar