Renungan Pagi 17 Februari 2016 “Pandanglah
Pada Yesus”
Yesus Mengumumkan Prinsip-Prinsip
Kerjaan-Nya
“Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas
bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya” (Matius 5:1).
Yesus tahu waktunya sudah tiba untuk membentuk pelayanan-Nya
menjadi lebih nyata dan teguh. Yohanes Pembaptis telah mengumumkan
kedatangan-Nya, pada baptisan-Nya Dia telah dipenuhi Rok Kudus untuk pelayanan
dan diberkati oleh Bapa, dan pada pencobaan di padang gurun Dia telah bertemu
langsung dengan Setan dan menetapkan batas-batas-Nya.
Setelah itu Dia memulai
pelayanan-Nya di Galilea, mengumumkan bahwa kerajaan surge sudah dekat.
Kemudian disusul panggilan kepada murid-murid-Nya, para pengganti-Nya – secara
perorangan itu yang nantinya mengambil ahli misi-Nya. yesus menggunakan
sepenuhnya usaha-Nya dan waktu serta kesabaran-Nya selama tiga tahun berikut
dalam mempersiapkan orang-orang muda ini untuk tugas di depan
mereka.
Pelayanan mula-mula-Nya di Galilea,
salah satunya adalah “memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan
segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.” Hasilnya, “tersiarlah
berita tentang Dia… maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka
datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari
sebrang Yordan” (Mat. 4:23-25). Pelayanan-Nya menjadi buah bibir dalam waktu
singkat ketika bangsa itu mulai merasakan sesuatu yang hebat sedang terjadi.
Waktunya tiba bagi Guru yang popular
ini, Penyembuhan penyakit ini, Pribadi unik ini dalam sejarah Israel untuk
mengumumkan prinsip-prinsip kerajaan-Nya. dia menyatakannya di dalam apa yang
disebut menjadi khotbah paling terkenal dalam sejarah dunia – Khotbah di Atas
Bulit (Mat.5-7).
Di dalam khotbah pengukuhan itu,
Yesus membentangkan prinsip-prinsip kerajaan-Nya – Dia mengumumkan bagaimana
warga kerajaan akan berpikir dan menjalani kehidupan ini. apa yang dibentangkan
meliputi tiap aspek kehidupan mereka.
Dia mulai dengan menyoroti karakter
ideal para warga kerajaan-Nya dalam Ucapan Bahagia (Mat. 5:3-12). Kemudian Dia
melanjutkannya dengan petunjuk-petunjuk bagaimana menjadi orang Kristen yang
berpengaruh (ayat 13-16), kebenaran mereka (ayat 17-48), kesalehan mereka (Mat.
6:1-18), cita-cita dan prioritas mereka sehubungan keperluan
sehari-hari dan hasrat mereka (ayat 19-34), hubungan mereka dengan orang lain
(Mat. 7:1-12), dan komitmen mereka kepada-Nya dan Bapa (ayat 13-29). Pada waktu
Dia selesai, Dia telah menyatakan prinsip-prinsip kerajaan-Nya untuk setiap
aspek kehidupan mereka yang akan mengikuti-Nya.
Hasilnya, kita perlu mendengarkan
dengan seksama ketika sang Raja berbicara. Pekabaran-Nya adalah bagi saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar