Renungan Pagi: Senin 04 April 2016 “Pandanglah
Pada Yesus”
"Umat Percaya Sudah Memiliki Hidup Kekal"
“Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu
kepada-Nya. barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal,
tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup ,
melainkan murka Allah tetap ada diatasnya” (Yohanes 3: 35, 36).
“Kehidupan kekal” adalah frasa yang mengikat renungan hari ini
dengan renungan kemarin. Ayat 16 menyatakan bahwa “setiap orang yang percaya…
akan beroleh hidup yang kekal.” Dan ayat 36 menyatakan bahwa mereka yang
percaya sudah mendapat karunia itu.
Di sini kita memiliki sebuah tema yang melintasi separuh pertama
dari Injil keempat. Yohanes 5:24 menemukan Yesus berkata “barangsiapa mendengar
perkataan-Ku dan percaya Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal,”
dan di dalam Yohanes 6:47 Dia memberitahu para pengikut-Nya bahwa “Sesungguhnya
barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.”
Karunia itu bukan untuk masa depan, tetapi itu sekarang milik
semua orang percaya. Bukan main janji itu! Setiap orang yang sungguh-sungguh percaya
sudah memiliki kehidupan kekal.
Tetapi kemudian, Anda tentu bertanya, mengapa umat Kristen
sejati meninggal? Di sini kita harus memahami perbedaan Alkitabiah antara
kehidupan kekal dan kekekalan. Kehidupan kekal sudah kita miliki, tetapi
kekekalan adalah sesuatu yang tidak diberikan kepada setiap manusia sampai
kedatangan Yesus kedua kali. Paulus memberitahu bahwa “nafiri akan berbunyi dan
orang-orang mati akan dibangkitkan alam keadaan yang tidak binasa dan kita
semua akan diubah. Karena yang dapat binasa itu harus mengenakan yang tidak
dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengadakan yang tidak dapat mati.”
Hanya pada saat itu maut akhirnya akan dikalahkan (1 Kor. 15:51-55).
Kenyataan kasus ini adalah bahwa kehidupan kekal dikenakan
kematian pertama, di mana orang-orang menghabiskan beberapa waktu tidur di
dalam kubur mereka. Sebaliknya, kekekalan berarti mereka yang memilikinya sama
sekali tidak dikenakan kematian jenis apa pun. Umat Kristen memiliki kehidupan
kekal sekarang, tetapi tidak akan memiliki sampai Allah
melimpahkan karunia kepada mereka di akhir sejarah bumi. Tentu saja,
yang jahat tidak akan pernah menerimanya. Dengan demikian, karena mereka fana,
mereka akan binasa dalam api neraka dan bukan menderita melalui zaman-zaman
tanpa akhir pada kekekalan di tangan Allah yang pengasih (lihat 1 Tes. 1:9;
Mal. 4:1; Rm.23; Why. 20:14).
Hal penting lainnya mengenai Yohanes 3:36 adalah bahwa murka
Allah tidak sama seperti amarah tak terkendali, itu adalah sikap-Nya
yang penuh kasih yang akhirnya mengakhiri dunia di mana mereka yang tak berdosa
menderita. Wahyu 6:16 menggambarkannya sebagai “murka Anak Domba.”
Berita baik dalam
Yohanes 3:36 adalah bahwa kita masing-masing memutuskan untuk menentukan
pilihan kita untuk kehidupan kekal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar