Renungan Pagi Advent: Selasa 26 April 2016
“Pandanglah Pada Yesus”
“AKHIR PALING PANTAS KARENA KEBUTAAN YANG
DISENGAJA”
“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa
dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan
diampuni. Apabila seseorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan
diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia
ini tidak, dan didunia yang akan datangpun tidak” (Matius 12: 31, 32).
Dosa tak dapat diampuni!
Itulah cetusan yang luar biasa mengingat
pelayanan Yesus. Bagaimana sampai bisa ada dosa yang Tuhan tidak dapat ampuni?
Kemarin kita mencatat bahwa Yesus mengampuni seorang wanita yang “tertangkap
basah” berzinah. Dan Perjanjian Baru mengutarakan pengampunan sepenuhnya dan
selengkapnya untuk segala macam dosa. Bagaimana bisa ada dosa yang begitu
serius sampai tidak bisa diampuni, entah di dalam kehidupan ini atau di
kekekalan?
Di sini kita perlu melihat sedikit seksama
pada bacaan Kitab Suci hari ini yang mengatakan bahwa dosa tak dapat diampuni
itu adalah hujatan terhadap Roh Kudus. Artinya apa?
Supaya mendapat pengertian lebih lengkap, kita
perlu membaca Yohanes 16:8, di mana Yesus memberitahu kita peran penting Roh
Kudus adalah menyadarkan kita bahwa kitasudah berbuat dosa. Dan ketika Roh
melakukan itu, saya dapat meresponsnya dalam satu dari dua cara. Pertama, saya
dapat menjatuhkan diri dan bertelut, mengaku, dan diampuni (1 Yoh. 1:9). Atau,
saya dapat meminta Roh agar “tidak mengganggu, “ membiarkan saya sendiri,
karena saya bahagia tanpa Dia mencampuri urusan saya.
Peran Roh adalah menuntun saya kepada
keinsyafan akan dosa saya melalui jalur hati nurani saya. Mereka yang hati
nuraninya sehat akan bertobat, tetapi mereka yang secara konsisten menolak
pelayanan Roh akan mengmbangkan apa yang Paulus katakan hati nurani yang “dicap
tipu dusta” (Tim. 4:2) atau “najis” (Tit. 1:15). Yaitu, hati nurani mereka
tidak lagi berfungsi. Akibatnya, Roh Kudus tidak dapat lagi menjangkau mereka.
Dengan demikian mereka tidak bertobat dan tidak diampuni. Bukan suatu kebetulan
bahwa Yesus menghadirkan ajaran ini dalam konteks para pemimpin Yahudi yang
mencap pelayanan-Nya berasal dari Setan (Mat. 12:27). Walau mereka punya banyak
bukti bahwa pelayanan Yesus bukan dari Setan, namun dengan mengabaikan
kesaksian Roh maka mereka menjatuhkan penilaian pada diri mereka sendiri dan
mengeraskan hati mereka. Mereka sedang dalam proses menyegel diri mereka
sendiri dari satu-satunya jalur melalui mana Allah dapat menjangkau mereka.
Jika Anda khawatir bahwa Anda akan melakukan
dosa ini, itu suatu pertanda baik karena Anda tidak akan melakukan dosa
tersebut. Sebaliknya, seperti diutarakan N. T. Wright, “Sekali Anda menyatakan
bahwa botol air terakhir yang tersisa itu beracun, Anda menghukum diri
Anda sendiri untuk mati haus.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar