Renungan Pagi Advent: Selasa 12 April 2016
“Pandanglah Pada Yesus”
“PENGAJARAN YANG BENAR”
“Pada waktu itu berkatalah Yesus: ‘Aku
bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau
sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau menyatakan kepada
semua orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah
diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain
Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya
Anak itu berkenan menyatakannya” (Matius 11: 25-27).
“Pada waktu itu.”
Zaman berubah. Mereka yang berkuasa di dunia
ini telah memenjarakan Yohanes Pembatis, dan mereka yang bijak dalam falsafah
dan teologi zaman ini terlalu sering menolak Tuhan Yesus dan ajaran-ajaran-Nya.
Menanggapi hal ini, Yesus menyoroti kenyataan bahwa orang-orang lemah dan
sederhana adalah justru yang sering paling mengerti yang miskin, para pendosa,
para pemungut cukai, pelucur, para pakar terdidik ketika mereka menganalisis
pekerjaan-Nya, menyatakan bahwa apa yang Dia lakukan tidak sesuai dengan
teori-teori yang membingunkan.
Walau benar bahwa para intelektual pada
umumnya tidak membutuhkan Yesus, sedangkan mereka yang rendah hati
menyambut-Nya, kita harus berhati-hati pada kesimpulan yang kita ambil dari
kenyataan-kenyataan itu. Sebagaimana William Barclay katakan, “Dia jauh dari
mengutuk kuasa intelektual; apa yang Dia kutuk adalah kesombongan intelektual………
‘Hati dan bukan otak, adalah takhta Injil.’ Bukan kepandaian yang
menutupi; tetapi kesombongan. Bukan kebodohan yang mengakui; tetapi
kerendahan hati Yesus tidak menghubungkan ketidaktahuan dengan iman. Seseorang
bisa saja bijak seperti Salomo, tetapi jika dia tidak memiliki kesederhanaan,
kepercayaan, kepolosan hati seorang anak, maka dia telah menutup dirinya.”
Jika Anda sesungguhnya menghendaki untuk
mengenal Bapa, maka Anda harus memerhatikan Yesus dan mendengarkan-Nya dengan
saksama, karena “tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak.” Kitab Ibrani
mengutarakannya sedikit berbeda ketika menyatakan bahwa “setelah pada zaman
dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek
moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah
berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya,… Ia adalah cahaya kemuliaan
Allah dan gambar wujud Allah” (Ibr. 1:1-3).
“Pandanglah pada Yesus” adalah pekabaran-Nya
sendiri, maupun pekabaran seluruh Perjanjian Baru. Pengetahuan-pengetahuan lain
memang berguna bagi kehidupan, dan beberapa pandangan-pandangan itu membantu
kita melihat kemuliaan Yesus makin lebih sepenuhnya. Namun pengetahuan
kebenaran ini adalah ini adalah inti yang menjadi konteks yang memberikan arti
bagi semua pengajaran lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar