Renungan
Pagi Advent: Sabat 09 April 2016 “Pandanglah Pada Yesus”
“PENGABAR INJIL YANG KAFIR”
“Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah
menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia
mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” Ketika orang-orang
Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal
pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan lebih banyak lagi
orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, dan mereka berkata kepada
perempuan itu: “Kami percaya tapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab
kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar
Juruselamat dunia” (Yohanes 4: 39-42).
Wanita itu pengabar Injil yang kafir. Tetapi
dia memiliki pekabaran luar biasa seiring kehidupannya yang luar biasa, yaitu
karena reputasi buruknya. Dia umumkan kepada penduduk desa bahwa dia telah
bertemu Seorang laki-laki yang telah memberitahu kepadanya segala sesuatu yang
dia pernah lakukan. Nah, mereka mendengarnya. Karena apa yang wanita itu telah
lakukan, dan semua orang mengetahuinya. Akibat kesaksiannya, seluruh desa
bergerak menuju ke sumur bersama wanita itu berjalan paling depan.
Kita membaca dalam Kerinduan Segala
Zaman bahwa “segera sesudah ia mendapat Juruselamat, wanita Samaria
itu membawa orang-orang lain kepada-Nya. ia membuktikan dirinya seorang
pengabar Injil yang lebih cakap daripada murid-murid Tuhan sendiri. Murid-murid
itu tidak melihat suatu apa pun di Samaria yang menandakan bahwa tempat itu
adalah ladang yang mengandung harapan. Pikiran mereka ditujukan pada suatu pekerjaan
besar yang akan dilaksanakan di kemudian hari. Mereka tidak melihat bahwa
justru di sekeliling mereka ada tuaian yang harus dikumpulkan. Namun dengan
perantaraan wanita Samaria yang mereka benci di seluruh penduduk kota dibawa
untuk mendengarkan Juruselamat. Ia membawa terang itu dengan segera kepada
orang-orang senegerinya.
“Wanita itu menggambarkan bekerjanya iman yang
praktis kepada Kristus. Tiap murid yang sejati dilahirkan ke dalam kerajaan
Allah sebagai seorang pengabar Injil. Orang yang minum air hidup itu
menjadi mata air hidup pula. Penerima itu menjadi pemberi. Rahmat Kristus dalam
jiwa adalah bagaikan mata air di padang belantara yang meluap-luap untuk
menyegarkan semua orang, serta menjadikan mereka yang sudah hampir binasa ingin
minum air hidup itu” (hlm. 198).
Wanita Samaria itu merupakan penginjil yang
kafir, tetapi dia berhasil. Dia punya pekabaran mengenai dosanya dan
Juruselamatnya yang membawa orang lain memeriksa lebih jauh diri mereka
sendiri. Dalam prosesnya, mereka juga menemukan Juruselamat pribadi.
Sebelum Yesus datang ke dalam hidup wanita
itu, dia dan tetangganya menggangap tidak ada lagi harapan bagi mereka. Tetapi
Yesus melakukan dua mukjizat dalam hidup wanita itu: Yesus memungkinkan wanita
itu melepaskan diri dari masa lalunya, dan Yesus membuka baginya suatu masa
depan yang baru. Mulai dari sudut pandang itu, tidak ada yang dapat
disandangkan kepada Yesus kecuali disebut “Juruselamat dunia.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar