Renungan Pagi Advent: Kamis 21 April 2016
“Pandanglah Pada Yesus”
“HARAPAN KEBANGKITAN”
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya
akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak
Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa
mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak
mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri…. Jangankanlah kamu heran akan hal itu,
sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar
suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk
hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk
dihukum” (Yohanes 5:25-29).
Di sini kita menemukan topik lain lagi yang
bergulir sepanjang cerita yang dikisahkan Yohanes mengenai Yesus. Kebangkitan
secara mutlak merupakan inti pengertian tentang kabar baik yang kita sebut
Injil. Dan aspek kabar baik itu berawal dengan kebangkitan Yesus sendiri, yang
bangkit dari kubur dan mencapai kemenangan atas maut.
Tetapi dari perspektif kita, bagian penting
kisah itu adalah bahwa Yesus tidak mencapai kemenangan atas maut bagi Diri-Nya
sendiri, tetapi bagi masing-masing para pengikut-Nya. Sebagaimana Dia
mengatakannya dalam penjelasan kepada murid-murid-Nya mengenai kebangkitan yang
akan datang tak lama sebelum kematian-Nya, “sebab Aku hidup dan kamupun akan
hidup” (Yoh.14:19). Atau sebagaimana penulis yang sama menulisnya di dalam
kitab Wahyu ketika Kristus yang sudah bangkit berbicara kepadanya : “Aku telah
mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala
kunci maut dan kerajaan maut” (Why. 1:18). Kunci itu tentu saja menunjukkan
kepada kebangkitan kita sendiri.
Yohanes 5:28 tidak memberitahu kita kapan
kebangkitan itu akan terjadi hanya bahwa itu “akan tiba.” Yesus lebih eksplisit
di dalam Yohanes 6 berkata, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku,
jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan
pada akhir zaman” (ayat 44). Dan lagi, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum
darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada
akhir zaman” (ayat 54).
Jadi, dari Injil Yohanes kita pahami kejadian
yang diberkati itu akan terjadi pada akhir zaman. Bila membaca Yohanes 5:29
saja, kita akan mengambil bahwa kebangkitan untuk hidup dan kebangkitan untuk
pengutukan terjadi di saat bersamaan. Tetapi Yohanes mengoreksi bagian itu
ketika dia menerangkan dalam Wahyu 20 bahwa kedua kebangkitan itu akan dipisahkan
oleh 1.000 tahun (millenium), dan para pengikut Kristus bangkit pada Kedatangan
Kedua dan orang jahat tidur di dalam kubur mereka sampai akhir seribu tahun.
Kemudian semua akan mendengar suara-Nya; semua akan dibangkitkan; tetapi ada
perbedaan dalam nasib mereka.
Tuhan, tolonglah saya hari ini untuk
menempatkan kehidupan saya dalam perspektif kekekalan. Dengan sepenuh hati saya
ingin bertemu muka dengan-Mu pada kedatangan-Mu yang kedua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar