Renungan Pagi 02 Maret 2016 “Pandanglah
Pada Yesus”
Menggenapi Hukum
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan
hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya,
melainkan untuk menggenapinya” (Matius 5:17).
Pada ayat ini Yesus tiba di bagian
ketiga khotbah agung-Nya di mana Dia membentangkan prinsip-prinsip kerajaan-Nya
pada awal pelayanan-Nya di bumi. Bagian pertama menguraikan karakter seorang
Kristen di dalam Ucapan Bahagia (Mat. 5:3-12), dan yang kedua membahas pengaruh
seorang Kristen (ayat 13-16). Ayat 17-48 menyoroti kebenaran seorang Kristen
(ayat 20) dan bagaimana hal tersebut harus superior dibandingkan yang diajarkan
oleh para pemimpin agama dan ahli Taurat di zaman Yesus.
Pembukaan pembahasan-Nya tampil
dalan ayat 17-20, di mana ayat 17 mengindikasikan bahwa Yesus datang bukan
untuk meniadakan hukum Taurat dari kitab para nabi tetapi untuk menggenapinya.
Hal pertama yang harus kita catat mengenai ayat ini adalah bahwa hukum Taurat
dan kitab para nabi adalah Alkitab di zaman Yesus, yang kita sebut Perjanjian
Lama.
Ajaran-Nya bahwa Dia tidak berencana
untuk meniadakan hukum Taurat tetapi untuk menggenapinya, telah membinggungkan
banyak orang. Walau kata-kata-Nya begitu jelas dan sederhana, mereka masih saja
membaca bahwa kata-kata-Nya itu berarti Dia mau menghapus hukum Allah.
Tetapi “menggenapi” tidak berarti
menghapus – sebaliknya adalah memenuhi, untuk mengisinya, menyelesaikannya.
Kita dapat menginterprestasikan kata “meniadakan” paling tidak dalam tiga cara:
(1) Yesus menaati persyaratan hukum Taurat Perjanjian Lama melalui
kehidupan-Nya yang taat, (2) Dia memenuhi unsur-unsur prediktif Perjanjian
Lama, dan (3) Dia mengeluarkan arti sepenuhnya dari Kitab Suci Yahudi melalui
ajaran-ajaran-Nya. dengan pasti Yesus menggenapi Perjanjian Lama dalam
keseluruhan tiga cara itu, tetapi dalam konteks ayat 21-48 kita menemukan Yesus
menguraikan arti hukum
Taurat.
Dengan demikian, mulai ayat 21,
Yesus memfokuskan pada beberapa ajaran Yahudi, mulai dengan perintah keenam dan
ketujuh pada Dekalog, yaitu Sepuluh Hukum. Dia mendahului masing-masing keenam
ajaran-Nya dengan “Kamu telah mendengar yang difirmankan” dan
kemudian seterusnya menerangkan dalam dan luarnya hukum atau praktik dan
artinya yang lebih mendalam.
Begitulah Yesus memenuhi hukum. Dia
menganugerahkan arti hukum. Sebagaimana diutarakan Ellen White, “Misi-Nya
adalah ‘membesarkan hukum Taurat, dan memuliakannya.’ Yesaya 42:21. Dia
memperlihatkan sifat rohani hukum Taurat, untuk mempersembahkan
prinsip-prinsipnya yang menjangkau kewajibannya yang kekal” (Thoughts From
the Mount of Blessing, hlm.49). di dalam prosesnya, Dia membantu
kita untuk mengerti dan memahami roh hukum – roh kasih, yang menjadikan kita
pemelihara hukum dan umat Kristen yang taat.
Tuhan,
bantulah saya hari ini untuk mendengarkan apa yang Guru akan katakan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar