RENUNGAN PAGI KAMIS, 24
MARET 2016 “PANDANGLAH PADA YESUS”
“KUASA MENGATASI ALAM”
“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di
danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka
datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita
binasa.’ Ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu takut, kamu yang kurang
percaya?’ Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu
menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu,katanya: Orang apakah Dia
ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?’” (Matius 8:24-27).
“Siapakah orang ini?” “Orang apakah Dia ini?” itulah pertanyaan
yang murid-murid pertanyakan ketika mereka memulai perjalanan bersama Yesus.
Pertanyaan itu masih menjadi tantangan bagi kita sekarang.
Ayat hari ini mengisahkan Yesus dan para pengikut-Nya terjebak
di tengah badai mengganas di Danau Galilea. Letaknya hampir 700 kaki di bawah
permukaan laut, danau itu dikelilingi bukit-bukit dan pegunungan terjal di
bagian timur. Dan tepat 30 mil di Timur Laut, menjulang Gunung Hermon setinggi
9.200 kaki. Perubahan udara dingin di Gunung Hermon dan udara panas tanah
rendah dapat menciptakan badai ganas yang tiba-tiba, bahkan pada hari yang
tampaknya cerah. Demikianlah situasi yang dialami murid-murid.
Di sana ada Yesus, sedang tidur. Sebagaimana kita, Dia tidak
datang seperti seorang “superman” tetapi sebagai seorang yang kelelahan
dan berdesak-desakan bersama orang banyak dan urusan kehidupan. Dia
sungguh salah satu dari kita dan oleh karena itu mampu bersimpati pada
kelemahan-kelemahan kita (Ibr. 4: 15; 2:17).
Tetapi, sementara itu Dia sedang tertidur, murid-murid Yesus
telah ketakutan dan sangat panic, serta berteriak, “Apakah Engkau tidak peduli
kalau kita akan binasa?” Mereka berteriak ketika mereka membangunkan-Nya dari
tidur pulas-Nya (Mrk. 4:38).
Dia peduli, lalu menghardik angin dan badai itu, dan juga para
murid karena ketiadaan iman mereka. Hasilnya adalah terjadi ketenangan di laut
dan juga di dalam hati mereka.
Tetapi bagi orang-orang, menegangkan danau sungguh mencegangkan.
Siapakah gerangan Orang ini, yang berkuasa atas alam? Mereka terpaksa bertanya.
Pengalaman itu penting sekali bagi pengertian mereka yang mulai berkembang
tentang Siapa yang sedang mereka ikuti, karena di dalam Perjanjian Lama adalah
Yahweh (Allah) sendiri yang memiliki kuasa untuk meredakan badai-badai alam
(Mzm. 6:7; 89:9; 104: 6,7; Yes. 51:9, 10). Kuasa Yesus atas alam membantu para
murid untuk mulai menyadari lebih sepenuhnya bahwa Dia sungguh adalah “Allah
bersama kita,” Yahwe dari Perjanjian Lama itu.
Berita baiknya adalah, Yesus yang menyelamatkan murid-muridnya
dari badai, tetap dahsyat penuh kuasa. Sebagai para pengikut-Nya, kita tidak
perlu takut sedikit pun, karena kita melayani Tuhan yang memiliki kuasa. Kita
tidak pernah sedirian menghadapi pencobaan-pencobaan kehidupan dunia in. bahkan
apabila Dia tampaknya sedang tertidur di dalam beberapa bahaya yang kita
hadapi. Dia masih berkuasa dahsyat untuk menyelamatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar