Renungan Pagi Advent: Jumat 01 April 2016 “Pandanglah Pada
Yesus”
"Kekristenan Bukan Kelompok Diskusi"
“Bagaimanakah mungkin
seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?... Janganlah engkau heran, karena Aku
berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau,
dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau
ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari
Roh.’ Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu
terjadi?”(Yohanes 3:4-9).
Tetapi bagaimanakah saya beralih dari seorang Kristen “air”
menjadi bagian keluarga Allah yang sejati, seorang Kristen Rohani? Bagaimanakah
prosesnya? Bagaimanakah terjadinya?
Itulah
pertanyaan-pertanyaan serupa yang direnungkan Nikodemus. Dia juga bingung. Dan
dia sepantasnya demikian. Di sini kita menyaksikan langsung salah satu misteri
iman terbesar, yaitu kelahiran baru dari atas, melalui proses mana orang-orang
menjadi umat percaya yang dipenuhi Roh.
Kita bisa menghendaki
jawaban Yesus yang disampaikan lebih gamblang. Tetapi dengan menggunakan kata
Yunani Pneuma, Dia menyodorkan permainan kata yang dapat menyampaikan arti yang
Dia maksudkan. Pneuma berarti “roh” dan “angin.” Yesus memberitahu Nikodemus
bahwa kelahiran baru adalah seperti angin. Anda bisa mendengar dan merasakan
angin tetapi tidak dapat mengatakan datangnya dari mana dan kearah mana akan
perginya. Itulah misteri yang membalut angin. Dan walaupun banyak hal mengenai
angin yang kita tidak mengerti, dampaknya terlihat nyata bagi semua orang.
Yesus melanjutkan, Roh bekerja dengan cara yang sama. Kita mungkin tidak akan
mengerti bagaimana Dia bekerja, tetapi kita dapat melihat dampaknya di dalam
kehidupan manusia.
Pendeknya, Yesus
memberitahu kita bahwa kita sesungguhnya tidak dapat mengerti cara Roh bekerja,
tetapi kita dapat mengerti hasil-hasilnya. William Barclay mengisahkan sebuah
cerita pendek mengenai seorang pemabuk yang sudah bertobat. Rekan-rekannya
melakukan sebisa mereka untuk mengejek imannya yang baru. “Sudah pasti kan,”
kata mereka kepadanya, “kamu tidak percaya kepada mukjizat dan hal-hal seperti
itu. Sudah pasti misalnya, kamu tidak percaya bahwa Yesus mengubah air menjadi
anggur.” “Aku tidak tahu,” laki-laki itu menjawab, “apakah Dia mengubah air
menjadi anggur ketika Dia berada di Palestina, tetapi aku tahu bahwa di rumahku
sendiri Dia telah mengubah bir menjadi mebel.”
Yesus sudah
menjelaskan dengan tegas bahwa kita sesungguhnya tidak dapat mengerti
pertobatan. Dan inilah satu hal yang membuat banyak anggota gereja jengkel. Mereka
mengira bahwa Kekristenan adalah suatu kelompok diskusi yang tiada henti di
mana perdebatan terus-menerus menjadi kesibukan utama,
Tidak begitu, kata
Yesus. Kekristenan pada akhirnya adalah sesuatu yang harus dialami. Salah satu
bagiannya adalah Roh yang mengisi kehidupan kita, mengubah kehidupan dan
menggunakan kehidupan itu untuk kemuliaan Allah.
