Renungan Pagi Advent: Senin, 08 Agustus 2016 “Pandanglah
Pada Yesus”
“Fungsi Tanda-Tanda”
“Waspadalah supaya jangan ada orang yang
menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dan memakai nama-Ku dan
berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan
mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah
jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum
kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan
kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi
semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” (Matius
24:4-8).
Kita semua mau mendapat tanda yang tak
dapat disangkal lagi bahwa Tuhan akan berada di sini dalam waktu tiga bulan,
atau bahkan tiga hari. Indikasi demikian akan merangsang kita untuk beranjak
dari tempat duduk dan mulai sungguh-sungguh membuat persiapan untuk peristiwa
itu.
Dengan jelas dan tepat bahwa tanda yang
demikian tidak pernah Yesus berikan. Dan merupakan alasan yang baik.
Di dalam kitab-kitab Injil, kita menemukan
kepemimpinan Yahudi berulang kali meminta Yesus memberikan berbagai tanda.
Tetapi setelah Dia lama dalam pelayanan-Nya, barulah para murid-Nya melakukan
yang sama. Mereka tertarik pada hal-hal yang berkaitan dengan campur baurnya
berita membingungkan tentang penghancuran Yerusalem dan Kedatangan Kedua Kali.
Akibatnya, Yesus memberi mereka sebuah daftar panjang tanda-tanda yang dimulai
dalam Matius 24:5. Daftar itu termasuk munculnya kristus-kristus palsu,
peperangan dan berita peperangan, bangsa melawan bangsa, kelaparan dan gempa
bumi.
Yang patut disayangkan, tanda-tanda itu tidak
memberi kita informasi khusus tentang akhir zaman. Selalu. Selalu ada
mesias-mesias palsu, gempa bumi, kelaparan, dan peperangan. Apa yang harus
disimpulkan dalam kejadian-kejadian itu, terutama berdasarkan pernyataan yang
sering terabaikan dalam ayat 6 dan 8? Ayat 6 memberitahu kita bahwa tanda-tanda
demikian seharusnya tidak menggelisakan kita. Semua itu adalah bagian alam,
“tetapi itu belum kesudahannya.” Dengan kata lain, semua kejadian itu adalah
indikasi bahwa kesudahan itu mendekat, namun kejadian-kejadian itu bukanlah
tanda-tanda nyata kesudahan. Ayat 8 menguatkan pemikiran itu dengan ajaran
bahwa “semuanya itu barulah permulaan menjelang penderitaan baru.”
Rupanya hal itu mirip dengan tanda pelangi
yang Allah berikan kepada Nuh sebagai tanda yang harus dikenang. Tiap kali umat
Allah melihat pelangi, mereka teringat perjanjian-Nya. Begitu juga peperangan,
kelaparan dan gempa bumi. Masing-masing itu adalah peringatan bahwa bumi ini sakit
dan bukti bahwa Allah yang setia dan menepati janji sebelum selesai dengan
rencana penyelamatan-Nya. Masing-masing tanda itu adalah sebuah janji bahwa
Kistus akan datang lagi untuk menyelesaikan penyelamatan “ umat-Nya dari dosa
mereka” (Mat. 1:21). Setiap bintang jatuh, setiap penghianatan kepercayaan,
tiap tsunami dan gempa bumi, memberitahu kita bahwa walau pekerjaan Yesus belum
selesai. Dia akan datang lagi untk menyelamatkan umat-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar