Jumat, 12 Agustus 2016

Renungan Pagi Advent : 13 Agustus 2016 “Pandanglah Pada Yesus”

Renungan Pagi Advent : 13 Agustus 2016 “Pandanglah Pada Yesus”

“PELAJARAN LAIN  TENTANG  KEDATANGAN  KEDUA  KALI”

“Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan pada waktu itu pun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit” (Markus 13:26-27).

Kuasa-kuasa dan peringatan-peringatan Yesus di Matius 24:1-41 banyak dan berharga. Michael Green meringkas pelajaran-pelajaran dalam perikop itu dengan cara membantu kita untuk mengerti.

Pertama, dia catat, kembalinya Kristus adalah secara pribadi maupun pasti.

Kedua, sejarah akan bergejolak. Bukan tanpa makna atau serampangan. Juga bukan suatu putaran waktu tanpa akhir.  “Akan ada akhir yang nyata sebagaimana akan ada awal yang nyata. Dan pada akhirnya kita akan menemukan bukan siapa-siapa kecuali Yesus Kristus.”

Ketiga, kembalinya Kristus menunjukkan kepada kemenangan yang baik atas yang jahat, kemenangan tujuan Allah atas pemberontakkan manusia dan alam semesta.

Keempat, kembalinya berarti akan ada pemulihan. “Akan ada ciptaan baru, surga dunia yang baru, di mana hanya kebaikan saja yang tinggal” (lihat 2 Ptr. 3:11-13; Why. 21:1-5).

Kelima, kembalinya Yesus menunjuk kepada penghakiman dan pemisahan. Beberapa akan di bawa dan beberapa ditinggalkan (Mat. 24:40, 41). Itu merupakan saat ketika rahasia pikiran dari hati dan tabiat paling terpendam akan diketahui semua orang.

Keenam, kembalinya Kristus adalah peristiwa yang pasti. Menandakan akhir zaman, peristiwa itu akan mengantar masuk kepada kepenuhan kerajaan, waktu untuk pertobatan dan perubahan akan berlalu selamanya.

Ketujuh, kembalinya akan tiba-tiba dan tidak diharapkan seperti terpancarnya kilat dilangit (ayat 27). “Sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat.”

Terakhir, kembalinya Yesus akan terjadi pada saat yang hanya diketahui Allah Bapa (ayat 36). Para pengkhotbah tidak mengetahui waktunya, juga para murid. Bahkan Yesus dalam keadaan penjelmaan-Nya tidak mengetahui. Allah dalam kebijaksanaan-Nya menyadari saat terbaik untuk mengakhiri  sejarah bumi. Sementara itu, umat Kristen harus setia menghadapi penderitaan dan kesengsaraan (ayat 13) dan berjaga sementara mereka menunggu kembalinya Juruselamat mereka (ayat 42).

Kepada topik berjaga dan kesiapan inilah Yesus kembali dalam bagian kedua khotbah besar-Nya tentang kedatangan kedua-Nya. Dia membicarakan bagaimana para pengikut-Nya seharusnya menjalani hidup sambil menunggu kedatangan-Nya kembali yang pasti.

Dan dengan pergeseran penekanan itu kita harus “memasang telinga,” ketika Tuhan memberi kepada kita pengetahuan yang berharga yang kita sangat butuhkan sewaktu kita melakukan perjalanan menuju akhir zaman.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar