Renungan
Pagi Advent: Selasa 09 Agustus 2016 “Pandanglah Pada Yesus”
“LEBIH
BANYAK LAGI TENTANG TANDA-TANDA”
“Dan
Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi
semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya…. Sebab sama seperti kilat
memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian
pulalah kelak kedatangan Anak Manusia…. Pada waktu itu akan tampak tanda
Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka
akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala
kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Matius 24:14- 30).
Kalau
kita membaca perikop di atas dengan seksama, maka kita akan menemukan bahwa
setidaknya ada tiga tanda dalam Matius 24 yang jauh lebih tepat
berhubungan dengan Kedatangan Kedua Kali ketimbang gempa bumi dan
peperangan berulang kali terjadi yang kita temukan dalam ayat 5-8. Yang pertama
muncul di ayat 14, yaitu pekabaran Injil ke seluruh dunia. Hal itu tentu saja
kedengaran tantangan yang mustahil bagi beberapa orang Galilea yang
pertama-tama mendengarnya. Tetapi gereja Kristen dengan gencar menyebar ke
seluruh bagian Kekaisaran Romawi dan melampauinya. Dan semenjak lahirnya misi
modern dua abad yang lalu, Kekristenan telah menjadi paling berorientasi
menjangkau keluar dibanding keyakinan lain. Ajaran Kristen telah menembus
pojok-pojok paling jauh di bumi ini. Tetapi tugas penginjilan belum selesai.
R.H. Mounce rupanya benar ketika menyatakan bahwa “hanya apabila gereja sudah
menyelesaikan misi penginjilan di seluruh dunia, maka parousia (Kedatangan
Kedua Kali) tidak akan ditunda lagi.”
Tanda
nyata kedua dari kesudahan disampaikan dalam ayat 24, yang menggambarkan
kedatangan Kristus sebagai halilintar yang kelihatan di seluruh muka bumi.
Tetapi, tanda itu, bukanlah menyatakan kiamat sudah dekat. Sebaliknya, tanda
itu menunjukkan prosesnya sedang berlangsung.
Kita
menemukan satu-satunya peristiwa yang sesungguhnya disebut dalam Matius 24:
30-31 yaitu “Tanda dari Anak Manusia” akan muncul di langit. Sekali lagi, itu
bukan sesuatu yang menunjuk kepada dekatnya kedatangan Yesus, karena itu akan
terjadi ketika Dia datang di awan-awan “dengan segala kekuasaan dan
kemuliaan-Nya” diiringi “malaikat-malaikat-Nya” dan “sangkakala yang dahsyat
bunyinya,” kebangkitan orang mati, dan diangkatnya umat percaya yang hidup (1
Tes. 4:16, 17; 1 Kor. 15:51-54).
Dengan
pola Matius 24 itu, rupanya tanda-tanda sebenarnya bukanlah tanda-tanda tentang
dekatnya, tetapi tanda-tanda sesungguhnya datangnya Kristus. Tanda-tanda dengan
tepat mendorong umat percaya untuk tetap berjaga dan memerhatikan sampai
tiba hari tersebut.
Harapan
sepanjang masa adalah kembalinya Yesus di awan-awan surga . peristiwa itulah
yang memungkinkan umat Kristen di sepanjang masa dan di mana pun untuk
mengalami keselamatan sepenuhnya. Tidak mengherankan Paulus menyeruhkannya
sebagai “pengharapan kita yang penuh bahagia” (Tit. 2:13).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar