Kamis, 11 Agustus 2016

Renungan Pagi Advent: Jumat 12 Agustus 2016 “Pandanglah Pada Yesus”

Renungan Pagi Advent: Jumat 12 Agustus 2016 “Pandanglah Pada Yesus”

“PELAJARAN DARI POHON ARA”

“Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu,bahwa musim panas sudah dekat, sudah di ambang pintu…. Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri. Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian halnya pula kelak pada kedatangan Anak Manusia…. Mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua” (Matius 24:32-39).

Dalam Matius 24:32-36, Yesus memberikan kita dua kebenaran besar mengenai pengetahuan manusia tentang Kedatangan Kedua Kali. Yang  pertama adalah pelajaran dari pohon ara – sejenis pohon golongan kecil di Palestina di abad pertama yang gugur daun-daunnya di musim dingin. Sebagaimana munculnya daun-daun baru menunjukkan bahwa musim panas tiba, begitu pula umat Kristen yang peka dapat memberitahu kapan munculnya Kristus yang sudah dekat (ayat 33). Sebaliknya, mereka tidak pernah tahu waktunya yang tepat (ayat 36).

Yesus  selanjutnya memberi  ilustrasi  tentang Nuh. Sebagaimana orang-orang “makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,” begitu juga halnya dengan kedatangan Anak Manusia (ayat 38).

Sebagian besar keterangan ayat ini secara tidak langsung menunjukkan tanda Nuh sebagai kejahatan besar di dunia, tetapi itu mungkin bukan satu-satunya interprestasi. Pengertian kejahatan yang besar berhubungan dengan Kejadian 6:5, yang menyatakan bahwa di zaman Nuh, TUHAN melihat, “bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecendrungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.” Tetapi, perhatikan, bahwa Kejadian 6:5, yang menyatakan sudut pandang Allah.

Matius 24:37-39 juga dapat dibaca sebagai sudut pandang manusia. Melalui sudut pandang itu, teks tersebut sekedar mengatakan bahwa kehidupan di zaman akhir akan bergulir  seperti biasa di mata sebagian besar orang. Bagaimananpun, makan dan minum dan kawin adalah kegiatan-kegiatan moral. Hanya berlebihannya pada zaman Nuh dan akan terjadi secara berlebihan tidak sebelum Kedatangan Ke-dua yang  menjadikannya hal-hal tersebut kacau-balau. Tetapi kebanyakan orang, termasuk banyak dari mereka di dalam gereja, tanpa ragu akan memusatkan pada kenyataan bahwa kehidupan tampaknya berjalan seperti biasa-biasa saja sampai “kejutan besar.” Mereka tidak melihat apa-apa yang luar biasa.

Interprestasi itu berhubungan dengan ayat yang membandingkan Kedatangan Kedua Kali sebagai kedatangan seorang pencuri (misalnya 1 Tes. 5:2). Itu pun selaras dengan Matius 24:40-41, yang mengindikasikan tiba-tibanya perpisahan antara yang diselamatkan dan yang tidak diselamatkan.


Tuhan, berikan saya mata untuk melihat pohon-pohon ara dan kejadian-kejadian di bumi melalui sudut pandang-Mu.

2 komentar:

  1. JackpotCity Casino - Lucky Club Live Casino
    JackpotCity is one of the best online casinos luckyclub that you can play real money in. They have been around for many years and have become very popular and we

    BalasHapus