Renungan
Pagi Advent: Rabu, 11 Mei 2016 “Pandanglah Pada Yesus”
“BAGIAN RAWAN KERASULAN”
“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke
tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus
seperti merpati. Tetapi waspadalah terhadap semua orang” (Matius 10:16,17).
Beberapa orang merasa bahwa ajaran Yesus
terbalik. Mereka terlah bertemu beberapa anggota gereja yang tak berbahaya
seperti ular dan bijak seperti merpati. Kemungkinan ada beberapa seperti itu di
dalam jemaat Anda. Dan dengan sedikit introspeksi yang dibimbing Roh, kita bisa
saja menemukan sifat-sifat tersebut di dalam diri kita sendiri.
Tetapi Yesus tidak mengajar terbalik. Dia tahu
apa yang Dia sampaikan. Matius 10 adalah yang kedua dari khotbah-khotbah-Nya
yang dicatat di dalam Injil pertama. Khotbah pertama adalah Khotbah di Atas
Bukit, di mana Dia membentangkan prinsip-prinsip kerajaan-Nya. Saat itu Yesus
menginstruksikan para murid-Nya untuk memberitakan prinsip-prinsip tersebut ketika
Dia mengutus mereka ke luar pada tour pekabaran Injil mandiri mereka yang
pertama.
Sejauh ini insturksi yang mereka peroleh
sangat menyemangati. Bukan saja mereka harus mengkhotbahkan pekabaran, tetapi,
seperti Yesus, mereka juga diharuskan “Sembuhkanlah orang sakit; tahirkanlah
orang kusta: usirlah setan-setan” (Mat 10:8). Kedengarannya seperti tugas
besar. Mereka diharuskan melakukan perkara-perkara mengejutkan. Jika semua
berjalan baik, mereka akan memiliki kuasa dan wewenang. Mereka tentu mengira
bahwa orang-orang akan mencari mereka. Segala sesuatu akan menyenangkan.
Tetapi! Dan “tetapi” adalah salah satu kata
paling penting dalam perbendaharaan kata kita. “Tetapi” itu bukan cerita
lengkapnya. Alasan bahwa mereka perlu cerdik seperti ular dan tulus
seperti merpati, segera muncul dalam khotbah Yesus dalam kata-kata “tetapi
waspadalah terhadap semua orang.”
Para murid akan mendapat nama, itu sudah
pasti, tetapi tidak semuanya positif. Bagaimana, itu belum terlalu jauh dalam
pengalaman Yesus. Dia menyampaikan suatu khotbah yang menentang budaya yang
para perorangan sudah kelola di dalam dunia Yahudi-para imam kepla, orang-orang
Farisi, para ahli Taurat, dan Sanhedrin-yang akan tampak sebagai tantangan
terang-terangan terhadap kedudukan mereka
Dia bukan memenangkan teman dengan berseru di
depan umum, “Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek-moyangmu, tetapi
Aku berkata kepadamu.” Pekabaran-Nya berkonfrontasi dengan kekuasaan yang ada.
Dan mereka akan bereaksi, dan akhirnya meletakaan Yesus pada kayu salib.
Dan sekarang Yesus memberitahu para
pengikut-Nya untuk melakukan dan mengatakan hal-hal yang sama. Mereka juga akan
ditentang. Akibatnya, mereka membutuhkan kecerdikan ular dan ketulusan merpati
sementara mereka keluar masuk sebuah dunia kompleks dan rumit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar