Renungan Pagi Advent: Jumat, 06 Mei 2016 “Pandanglah Pada
Yesus”
“MISTERI DARI SEMUANYA”
“Lalu kata Yesus : ‘Beginilah
hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu
pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu
mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak
diketahui orang itu. Bumi dengan
sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian
butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu’ (Markus 4:26-28)
Keajaiban dari semuanya! Suatu hari
anda mendapat tanah dan benih kecil yang kelihatan mati. Seminggu kemudian anda
punya tanaman yang bertumbuh.
Kita harus melihat perumpamaan
benih yang bertunas sebagai pengembangan perumpamaan penabur (Mat. 13:3-8; mrk.
4:1-20), terutama bagian akhir,yang membicarakan kesuburan tanah yang baik. Dalam
semuanya itu, perumpamaan tentang penabur agak mengecilkan hati, karena secara
predominan berbicara mengenai kegagalan orang yang menabur benih Injil, dimana
hanya seperempat pendengarnya sungguh-sungguh menerima firman.
Perumpamaan benih yang bertumbuh
merupakan koreksi dari Yesus sebagai dorongan bagi mereka yang tergoda untuk
merasa kecil hati karena banyaknya pekerjaan yang tidak membawa hasil akibat
masalah “mendengar.” Dasar perumpamaan benih yang bertunas ini adalah banyak
hal terjadi, -namun Allah sedang menumbuhkan kerajaan-Nya dalam hati
orang-orang bahkan ketika kita sedang tidur. Ini sebuah proses yang kita tidak
mengerti, suatu proses pengecambahan dan buah yang sedang terjadi.
Ellen White membentangkan
kebenaran itu dengan cara yang selama bertahun-tahun saya anggap telah
membesarkan hati saya. Berbicara mengenai hari kebangkitan, dia menulis, “semua
yang membingungkan dari pengalaman hidup akan dibuat jelas. Dimana bagi kita
hanya tampak kebingungan dan kekecewaan, tujuan-tujuan yang hancur dan
rencana-rencana yang gagal, akan terlihat sebuah tujuan yang agung,
penolakan-penolakan, tujuan-tujuan yang berhasil, suatu keselarasan Ilahi.
“Di sana semua yan telah bekerja
dengan semangat yang tidak mementingkan diri sendiri akan melihat buah jerih
payah mereka……………betapa sedikit sekali hasil pekerjaan paling agung di dunia
yang berada dalam daftar kehidupan si pelaku! Betapa banyak keringat tanpa
memikirkan diri sendiri dan tanpa lelah bagi mereka yang selama ini di luar
jangakuan dan pengetahuna mereka! Orang tua dan para guru mereka berbaring
dalam tidur terakhir mereka, pekerjaan seumur hidup mereka seakan-akan telah
dikerjakan percuma; mereka tidak mengetahui bahwa kesetiaan mereka telah
membuka segel sumber-sumber berkat yang takkan pernah berhenti mengalir……orang
menabur benih dari mana, di atas makam mereka, orang lain dapat menuai dengan
penuh berkat. Di sini mereka puas karena
mengetahui bahwa mereka telah menggerakan agen-agen untuk selamanya. Dalam hidup
akhirat aksi dan reaksi dari semua ini akan terlihat” (Education, hlm. 305)
Pelajarannya: Jangan kecewa
apapun hasil yang terlihat. Roh Kudus selalu berkerja dalam cara yang kita
tidak mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar