Sabtu, 07 Mei 2016

Renungan Pagi Advent: Minggu, 08 Mei 2016 “Pandanglah Pada Yesus”

Renungan Pagi Advent: Minggu, 08 Mei 2016 “Pandanglah Pada Yesus”

“KEKRISTENAN BUKAN TAWAR MENAWAR”

“Hal kerjaan sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh  miliknya lalu membeli ladang itu.  Demikian pula hal kerajaan sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu” (Mat. 13”44-46)

Kita semua menyukai harga murah.  Beberapa orang akan berdiri di luar took selama berjam-jam menunggu toko dibuka, agar bisa mendapatkan barang-barang dengan harga murah. Pendeknya, mereka ingin membayar sedikit untuk sesuatu yang harganya mahal.

Dari sudut pandang si pemburu harga murah, Kekristenan sunguh-sungguh suatu tawaran yang buruk.
Perumpamaan tentang harta yang terpendam dan mutiara yang sangat berharga membawa kita kembali ke faktor respons manusia dalam penolakan terhadap Yesus yang Dia kemukakan di dalam perumpamaan tentang 4 jenis tanah. Maka tidak mengerankan sama sekali bahwa kerajaan Yesus tidak popular mayoritas, termasuk para pemimpin agama. Dan sampai sekarang masih tidak digandrungi.

Mengapa? Karena harga menerima Yesus sebagai Kristus dan Tuhan tidak kurang dari semua yang kita miliki dan semua keberadaan kita. Nantinya Dia akan memberitahu murid-murid-Nya bahwa harga kerajaan itu adalah penyaliban diri mereka sendiri  (Mat. 16:24,25).

Dengan demikian Dietrich Bonhoeffer, yang kehidupannya berakhir ketika dia dieksekusi karena berusaha mengakhiri kegilaan Hitler, menulis bahwa “Ketika Kristus memanggil seseorang, Dia meminta orang itu datang dan mati.” Ini bukan harga yang murah. Umat Kristen yang benar adalah mereka yang melihat nilai yang Kristus tawarkan dan dengan rela bersedia menyerahkan semua yang mereka miliki dan menjadi bagian tawaran itu. Itu bukan harga yang murah.

Tetapi ada pemburuh harga yang murah yang petantang-petententeng sekitar gereja. Mereka menginginkan mutiara-harta karun tetapi hanya dengan harga diskon. Sudut pandang itu membantu kita mengerti gereja.  Hanya beberapa anggotanya menyerahkan segalanya. Yang lain hanya sekedar lalang yang tampak seperti gandum ditaman Tuhan.  Agar menjadi gandum murni, seseorang harus bersedia meninggalkan semuanya demi kerajaan sorga.

Jika kita sungguh-sungguh melihat apa yang Kristus tawarkan, barangkali kita akan menyadari bahwa tawaran itu sesungguhnya murah. Apakah yang saya tinggalkan? Satu kehidupan kecil pendek yang akan berakhir dengan kematian dan diboncengi masalah sepanjang hidup. Untuk apa? Kehidupan kekal dalam sebuah dunia yang tidak mengenal penyakit atau kepedihan atau duka nestapa (Why. 21:1-4)

Sama sekali bukan tawaran harga yang buruk.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar