Renungan
Pagi Advent: Kamis, 12 Mei 2016 “Pandanglah Pada Yesus”
“PENGANIAYAAN YANG MENYEMANGATI”
“Tetapi waspadalah terhadap semua orang;
karena ada yang akan menyerahkan kepada majelis agama dan mereka akan menyesah
kamu di rumah ibadatnya…. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu
kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu
akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang
berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu….
Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang
bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Matius 10:17-22).
Ini bukan pesan yang telah terlalu
membahagiakan! Anda akan mengkhotbahkan damai, tetapi akan berakhir dengan
menerima perlakuan bengis.
Para murid itu yang mempunyai telinga untuk
mendengar tentu berpikir bahwa mereka sedang mengalami gema Ucapan Bahagia
terakhir. “Berbahagialah orang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah
yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan
dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan
bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya
nabi-nabi yang sebelum kamu” (Mat. 5: 10-12). Versi Lukas memberitahu kita
bahwa kita harus “melompat dengan sukacita” ketika semua kejadian yang jahat
itu terjadi kepada kita karena keteguhan kita berdiri untuk Yesus (Luk. 6:23).
Satu hal yang mungkin Anda tidak pernah
perhatikan tentang Ucapan Bahagia itu adalah bahwa ucapan itu satu-satunya yang
diulangi. Yang memberi dosis ganda pesan “Berbahagialah orang yang dianiaya,”
tentu karena pesan ini tidak mengenakkan dan sulit dicerna.
Tetapi berkatnya ada pada ucapan itu. Sebagian
besar pembaca halaman ini kemungkinan tidak sedang dianiaya sekarang. Tetapi
beberapa mereka akan menemukannya dari keluarga mereka sewaktu mereka mengambil
sikap berdiri untuk Yesus. Yang lain merasakan hantaman kuasa si jahat karena
mereka telah memilih untuk hidup bagi Yesus di tempat kerja. Dan masih ada yang
lain karena mereka tinggal di bawah kekuatan-kekuatan politik yang menentang
prinsip-prinsip Kekristenan. Dan jika sekarang Anda aman, Wahyu 13 adalah
nubuatan yang jelas bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih ramai di wilayah
penganiayaan ketika bumi ini mendekati akhir perjalanannya dan
kekuatan-kekuatan jahat melakukan upaya terakhir untuk meremukkan para pengikut
Kristus.
Sementara itu, menurut Yesus dalam Matius 10,
para pengikut itu tidak perlu takut. Yesus berada di sisi mereka, bahkan
memberi mereka kata-kata untuk diucapkan pada masa krisis. Dan apabila mereka
telah bertahan “sampai pada kesudahannya” mereka akan “diselamatkan.” Itulah bagian
penganiayaan yang membuat kita bersukacita.
Tuhan yang baik, tolonglah saya menjadi
pembawa pekabaran Firman-Mu yang setia. Bantulah saya di saat damai dan di saat
genting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar