Renungan Pagi Advent: Minggu, 11 Juli 2016 “Pandanglah Pada
Yesus”
“YESUS MEMBERI JAWABAN
“BENAR””
“Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh
hidup yang kekal?’… Jawab Yesus: ‘… Engkau tentu mengetahui segala perintah
Allah; Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan
saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!” (Markus
10:17-19).
Penguasa muda kaya raya itu mengharapkan
jawaban berkaitan dengan perilaku terhadap pertanyaannya tentang keselamatan,
dan Yesus memberikan dia apa yang dia inginkan, memberitahu dia bahwa jika dia
ingin memperoleh kehidupan yang kekal dia harus “menuruti perintah Allah” (Mat.
19:17). Kemudian Yesus menyebut beberapa dari Sepuluh Perintah.
Perintah-perintah yang disebut Yesus itu
membantu kita mulai mengerti masalah laki-laki muda itu. Kita harus memperhatikan
setidaknya empat hal mengenai perintah-perintah yang disebut itu, pertama,
perintah-perintah yang diucapkan semua berasal loh batu kedua hukum dan
berkaitan dengan cara orang memperlakukan orang lain. Pilihan itu memberi
pertunjuk bahwa masalahnya kemungkinan berpusat pada hubungannya dengan orang
lain dan bukan mengenai pengabdiannya kepada Allah.
Kedua, Yesus menyebut perintah-perintah itu
secara beraturan: Yang keenam, ketujuh, kedelapan, dan kesembelian. Tetapi
kemudian, mengherankan bagi kita, dia menyebut yang kelima sesudah kesembilan.
Mengapa? Sudah pasti untuk menarik perhatian kepada perintah tersebut. Penguasa
muda kaya raya itu kemungkinan termasuk orang yang Yesus nyatakan bersalah
dalam Markus 7:11-13 karena menggunakan tradisi manusia melakukan kurban untuk
mencegah mengurus kebutuhan harta benda orangtuanya di hari tua mereka.
Keitga kita menemukan selipan yang bukan salah
satu dari Sepuluh Perintah: “Jangan mengurangi hak orang.” Ungkpan ini
digunakan mengenai praktik tidak membayar gaji kepada para pegawai. Secara
tidak langsung ini menunjukkan bahwa kemungkinan dia memperoleh setidaknya
sebagian kekayannya dengan merugikan yang miskin.
Keempat, Yesus tidak menyebut perintah
kese[uluh (membahas ketemakan) sama sekali. Hal tiu akan terbukti bahwa ketamakan
menjadi di pusat masalah rohani pria muda ini.
Di dalam kisah Matius, Yesus menambahkan satu
kutipan dari Imamat 19:18 (“kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”)
kepada perintah bahwa seseorang harus menaati orangtua (Mat. 19:19). Sekali,
lagi, Yesus menggunakan sebuah ayat yang penting di dalam Yudaisme dan di inti
masalah pria muda itu.
Menutup pembicaraan kita hari ini, marilah
kita menggunakan daya khayal kita. Bayangkan Anda berbicara dengan Yesus
tentang Sepuluh Perintah. Bagaimanakah Dia menyusun perintah-perintah itu untuk
memenuhi “masalah-masalah” tertentu Anda dalam hubungan Anda dengan Allah dan
orang-orang lain? Jawaban jujur Anda akan mengungkapkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar