Renungan Pagi Advent: Jumat 22 Juli 2016 “Pandanglah Pada Yesus”
“PERNYATAAN DI DEPAN UMUM MENJADI TANTANGAN UMUM”
“Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang
berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikan meja-meja penukar
uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan berkata kepada mereka, ‘Ada
tertulis : Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu
menjadikannya sarang penyamun’”(Matius 21:12,13).
Dengan dibersihkannya Bait Allah, Yesus membawa pertentangan itu
langsung ke tengah barak musuh. Pertunjukan-Nya di dalam Bait Allah
bukanlah sebuah ledakan keinginan atau kemarahan yang pada tempatnya, yang
dipicu oleh semngaat seketika dari masuknya ke dalam kota penuh
kemenangan. Membaca Matius dapat memberi kesan tersebut, tetapi
Markus memberitahu kita bahwa “keeskoan hari” setelah masuk kota sewaktu
dilakukan pembersihan (Mrk. 11:12). Itulah tepatnya, karena secara
pasti ditunjukkan bahwa kejadian itu bukanlah sesuatu yang dadakan dan tidak dipikirkan
terlebih dulu semata-mata untuk menantang kalangan Yahudi yang
berwenang. Sebaliknya, kenyataan bahwa satu malam lewat antara
masuk-Nya ke dalam kota dan pembersihan memperlihatkan bahwa kita berurusan
dengan tantangan yang sudah direncanakan sebelumya yang tujuannya adalah
menarik perhatian umat Yahudi kepada misi Yesus. Jadi dalam
pembersihan itu kita menemukan, Dia menyatakan Kemesiasan-Nya dan menyatakan
KeallahanNya di pusat Yudaisme.
Tantangan ini sekarang mustahil diabaikan para pemimpin maupun
rakyat umum. Rakyat kebanyakan berbondong-bondong ke Bait Allah dan
menyerukan pujian-pujian kepada Mesias “Anak Daud” itu ketika Dia menyembuhkan
yang buta dan lumpuh, mereka yang menjadi oang-orang buangan itu (Matius 21:14,
15). Reaksi para imam dan para ahli Taurat terhadap perayaan itu sarat
kejengkelan dan kebencian (ayat 15). Antusiasme orang banyak cukup buruk
di kota, tetapi sekarang sudah memasuki wilayah khusus mereka dan sangat
menodai citra perdagangan di Bait Allah yang begitu menguntungkan.
Maka di dalam episode Bait Allah ini, kita menemukan suatu titik
balik dalam penggambaran musuh-musuh Yesus. Sampai di sini, kitab
Injil hampir tidak menyebut para imam agung. Tetapi mulai dari
sekarang dan seterusnya mereka akan memainkan peran utama.
Dalam pembersihan Bait Allah, Yesus menantang struktur kekuasaan
religius yang formal Dia nyatakan salah. Para imam agung akan bekerja sama
dengan para ahli Taurat dan kaum Farisi untuk menyingkirkan Dia dengan tekad
yang tidak ada semula. Dalam pembersihan Bait Allah, Dia
sungguh-sungguh membuktikan bahwa Dia itu musuh yang berbahaya.
Bapa, bantulah kami merenungkan kejadian-kejadian yang menjurus ke
kayu salib untuk melihat pentingnya setiap langkah Yesus sementara Dia mengatur
keselamatan kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar