Renungan Pagi Advent: Kamis 21 Juli 2016
“Pandanglah Pada Yesus”
“PERNYATAAN MESIAS DI DEPAN UMUM”
“Murid-murid itu...membawa
keledai betina itu...Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan
pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon
dan menyebarkannya di jalan. Dan orang banyak yang berjalan di depan
Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya : “Hosana bagi Anak
Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang
mahatinggi!” Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan
orang berkata : “Siapakah orang ini ?” Dan orang banyak itu menyahut : “Inilah
nabi Yesus dari Nazaret di Galilea” (Matius 21:6-11).
Waktu untuk kesendirian sudah usai. Sewaktu
masuk ke Yerusalem dengan penuh kemenangan, Yesus membuat pernyataan di depan
umum bahwa Dia adalah Mesias.
Orang banyak menyadari kesempatan itu dengan
memberi-Nya sambutan permadani merah ketika mereka menghamparkan
ranting-ranting dan pakaian mereka di jalanan yang Dia lalui sementara berseru
“Hosana bagi Anak Daud” suatu gelar yang tidak diragukan lagi diperuntukkan
bagi Mesias. Terjemahan “Hosana” adalah, “selamatkan, kami memohon
darimu.” Orang – orang siap untuk peran penyelamatan Yesus. Tetapi
yang terjadi jauh berbeda dari yang mereka harapkan pada hari yang mulia ini.
Dan dari mana berasal orang banyak itu ? Dan
mengapa mereka begitu bersemangat ? Pertama, itu adalah waktu Paskah yang
merayakan pembebasan bangsa itu dari perhambaan di Mesir oleh Allah. Dengan
demikian jalan-jalan penuh sesak orang Yahudi yang menuju Yerusalem dari
seluruh dunia.
Kedua untuk diperhatikan ialah bahwa Lazarus
baru saja dibangkitkan tidak jauh dari kota itu. Mukjizat luar biasa
itu telah menyebarkan ke mana-mana.
Tetapi barangkali yang paling penting adalah
cara yang Yesus pilih untuk memasuki kota. Pilihan yang sudah
dipertimbangkan itu memicu dan mengobarkan semangat dan ketegangan yang sudah
tersebar di mana-mana. Injil memberitahu kita bahwa Dia memasuki
kota sambil menunggang keledai muda. Itu hal menarik bagi seorang
laki-laki yang baru saja melakukan perjalanan jauh berjalan kaki dari
Galilea. Tentu saja Dia secara fisik tidak butuh menunggang keledai
itu untuk melewati dua mil terakhir. Lagipula, selama ini Yesus
selalu berjalan. Di sinilah di dalam Injil kita temukan Yesus yang
sudah dewasa menunggang keledai. Apa yang Dia lakukan jelas sudah
Dia pertimbangkan.
Hal ini dipandu oleh ramalan Zakaria 9:9,
yang mengatakan raja Yerusalem “datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia
lemah lembut dan mengendarai seekor keledai beban yang muda.” Yesus
dengan pasti membuat pernyataan Mesias. Orang banyak tidak
mengabaikan apa arti semua itu. Dan para pemimpin Yahudi juga tidak,
tetapi bagi mereka itulah sebuah tantangan dan bukan sesuatu yang harus menjadi
kesukacitaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar