Renungan Pagi Advent: Senin, 18 Juli 2016 “Pandanglah
Pada Yesus”
“PERDEBATAN PALING AWAL”
"Maka
datanglah Ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu
sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: 'Apa yang
kaukehendaki?' Jawabnya: 'Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk
kelak di dalam kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang
lagi di sebelah kiri-Mu'" Matius 20:20,21
Satu
permintaan kecil saja, Hanya kedua kedudukan paling penting di kerajaan yang
akan datang.
Tidak
ada yang berbicara lebih nyaring saat Yesus dan para murid menuju salib
ketimbang sudut pandang mereka yang berbeda tentang sifat kerajaan-Nya. Jejak
salib dan perdebatan awal itu sejajar pada perjalanan akhir ini.
Dan
bilamana ramalan-ramalan Yesus tentang kematian-Nya semakin lebih rinci, maka
begitu juga pergumulan menentukan posisi di antara para murid. Yang diuraikan
di Matius 20:20,21 adalah upaya murid-murid paling terang-terangan untuk
mendapatkan posisi. Yakobus, Yohanes, dan Ibu mereka, tidak sembunyi-sembunyi.
Mereka menginginkan dua kedudukan paling berkuasa di kerajaan Yesus yang akan
datang-tidak boleh kurang dari itu. Permohonan mereka adalah contoh yang paling
nyata sifat manusia yang hanya memikirkan diri sendiri, berlawanan dengan
kerendahan hati dan pengorbanan diri Yesus.
Tidaklah
mengherankan bahwa Yakobus dan Yohanes melakukan upaya mereka untuk memperoleh
kekuasaan ini. Kedua bersaudara itu, bersama Petrus adalah ketiga murid yang
merupakan kelompok istimewa pada peristiwa Pemuliaan (Mat 17:1-13). Lebih jauh
lagi, bukankah Yesus terang-terangan menegur Petrus di Kaisarea Filipi (Mat
16:23)? Dan bukankah dia menerima secara tidak langsung teguran di Matius 19:30
dalam tanggapan Yesus terhadap pertanyaan apa yang bisa dia peroleh kalau
mengikuti-Nya?
Sekrang
kesempatan mereka! Jadi mereka datang bersama Ibu mereka, yang menyatakan
permohonan. Dan dia kemungkinan mempunyai alasan-alasan hebat berharap bahwa
Yesus akan mengabulkannya. Membandingkan Matius 27:56 dengan Markus 15:40, kita
menemukan bahwa namanya adalah Salome, dan Yohanes 19:25 mengemukakan bukti
bahwa dia adalah sepupu Yesusm dan membantu menerangkan mengapa di kayu salib
Dia menyerahkan Ibu-Nya untuk diurus Yohanes (ayat 26,27). Walau kita tidak
dapat membuktikan identifikasi itu tanpa sedikit pun keraguan, identifikasi itu
cukup mungkin. Maka secara pasti kita dibantu mengerti permohonan nyata dari
"Tante" Salome jika itu adalah masalah keluarga.
Permainan
mendapatkan kekuasaan, membuat sepuluh murid lainnya marah (Mat 20:24). Harus
disayangkan, reaksi mereka bukan karena yang 10 itu mengerti kesalahan
permohonan Zebedeus, tetapi karena mereka juga menginginkan posisi tersebut.
Tentu
saja ada pelajaran bagi saya terselip di dalam kisah ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar