Renungan 1 Februari 2016 “Pandanglah Pada Yesus”
Yesus Mulai Mendapat Gambaran
“Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia
sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar
Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan
ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya
kepada-Nya: ‘Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan
aku dengan cemas mencari Engkau.’ Jawab-Nya kepada mereka: ‘Mengapa kamu
mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah
Bapa-Ku?’’ (Lukas 2:46-49).
Kejadiannya dapat dimengerti.
Seorang anak laki-laki Yahudi memasuki fase dewasa ketika dia berusia 12 tahun.
Pada waktu itu dia menjadi “putra hukum” (kemudian disebut bar [putra
dari] mitzvah [perintah]. SetelahBar Mitzvah-Nya,
seorang pemuda Yahudi secara moral bertanggungjawab terhadap tindak tanduknya
dan memenuhi syarat untuk turut ambil bagian dalam upacara umum.
Jadi, kita menemukan Yesus melakukan
perjalanan ke Yerusalem bersama orangtua-Nya untuk upacara tersebut. Tetapi
kisahnya mendadak menyimpang ketika mereka pulang tanpa Dia dan harus kembali
agar menemukan Putra mereka yang “nyasar.”
Tetapi Yesus tidak ke mana-mana.
Sebaliknya, pada perjalanan pendek itu Dia menemukan “rumah”-Nya yang
sesungguhnya. Uapacara –upacara Bait Suci sebagaimana Dia saksikan untuk
pertama kali membuat-Nya mengerti misi-Nya dalam kehidupan. Buku Alfa
dan Omega mencatat bahwa hari demi hari Dia melihat lebih jelas arti
upacara dalam Bait Allah, terutama melalui korban domba Paskah . “Tiap
perbuatan tampaknya terikat dengan hidup-Nya sendiri. Getaran-getaran baru
timbul dalam dada-Nya. dengan tenang dan penuh perhatian Ia Nampak
mempelajari sebuah soal yang pelik. Rahasia tugasnya sedang terbuka bagi
Juruselamat” (jld. 5, hlm.69).
Sementara itu, Maria dan Yusuf
sedang dalam keadaan panik. Tak ada siapa pun yang ingin kehilangan anak,
tetapi untuk kehilangan Juruselamat yang dijanjikan tentu hentakan bagi hati mereka.
Dua hal menonjol ketika mereka
menemukan Putra mereka yang sedang bertumbuh. Pertama, Dia dengan halus
menyangkal Yusuf sebagai ayah-Nya. Maria telah menyebut Yusuf “bapa-Mu.” Tetapi
Yesus menanggapi bahwa Dia selama ini berada dalam “rumah Bapa-Ku,” menunjukkan
bahwa Dia telah mengerti kenyataan bahwa Dia adalah Putra
Allah secara unik. Hal kedua adalah keheranan para ahli Taurat paling terkemuka
bangsa itu, sewaktu anak muda ini mengajukan kepada mereka
pertanyaan-pertanyaan paling menusuk tentang arti sistem Bait Suci dan
mengemukakan jawaban-jawaban mendalam dalam diskusi bersama itu.
Inspirasi termasuk beberapa ayat ini
dalam kisah kehidupan Kristus karena ayat-ayat itu merupakan titik balik yang
besar: Yesus sekarang, sepenuhnya mengetahui siapa Dia dan sifat
misi kehidupan-Nya sebagai Anak Domba Allah. Tetapi hal itu tidak membuat-Nya
bangga atau sombong kepada Maria dan Yusuf. Dia pulang bersama mereka dan tetap
“hidup dalam asuhan mereka” (Luk. 2:51).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar