Renungan
Pagi Advent: Kamis, 2
Juni 2016 “Pandanglah Pada
Yesus”
“BENAR-BENAR
ORANG PALING MENJIJIKKAN”
“Yesus
masuk ke kota Yerikho…. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala
pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat
orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab
badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat
pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus
sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ‘Zakheus, segeralah
turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu. ’Lalu Zakheus segera
turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal
itu bersungut-sungut, katanya: ‘Ia menumpang di rumah orang berdosa. ’”
(Lukas 19:1-7).
Zakheus
adalah orang paling dibenci di kota. Dan dengan alasan yang baik. Dia bukan
saja sekadar seorang pemungut cukai, tetapi dia kepala pemungut cukai. Untuk
mengungkapkannya dengan cara lain, dia sangat kaya. Akibatnya, dia memiliki
salah satu rumah terbesar di kota, pakaiannnya indah, dan rumahnya penuh
pembantu. Dan orang-orang yang dia kenal adalah orang-orang kaya saja karena di
telah mengambil uang mereka secara tidak adil.
Yerikho
adalah sebuah tempat yang menyenangkan bagi seorang pemungut cukai untuk
menjadi kaya. Berlokasi di Lembah Yordan, kota itu persimpangan perdagangan
dari timur ke barat dan dari utara ke selatan. Tetapi lebih penting lagi adalah
karena pohon-pohon palma dan pohon balsam yang mewangikan wilayah itu sampai
bermil-mil sekitarnya. Yosefus menyebut Yerikho “yang paling gemuk di
Palestina.” Dan si penjajah , bangsa Romawi, membawa kurma dan balsamnya sampai
ke ujung kekaisaran mereka.
Sebuah
tempat yang “basah” bagi pemungut cukai, apalagi cara pajak ditagih. Namun
sayang, sistem itu menciptakan penyalahgunaan. Orang Romawi di zaman itu
menentukan bisnis pemungut cukai di wilayah demi wilayah. Mereka akan menilai
sebuah wilayah berapa nilainya, kemudian menjual hak untuk memungut cukai di
wilayah itu kepada penawar tertinggi. Berapa pun ekstra yang dapat diperoleh si
pemungut cukai itu adalah haknya untuk dia kantongi. Dan jika orang tidak suka
pajak yang dia tetapkan, selalu ada para prajurit Romawi untuk mendeking dan
membantu dia menuntut. Bayar saja kalau tidak tahu sendiri.
Zakheus
telah naik sampai ke puncak profesinya. Seorang kepala pemungut cukai,
membawahu banyak pemungut cukai lainnya di bawahnya, dan menarik beberapa
persen dari penghasilan mereka. Satu cara pemorotan yang mantap sekali. Tetapi
itu menjadikan dia orang yang paling dibenci di kota.
Dan
ketika Yesus datang ke Yerikho, kita menyaksikan laki-laki yang paling menyebalkan
itu bertemu dengan Laki-laki paling popular. Zakheus bisa saja kaya raya,
tetapi dia juga kesepian dan tahu bahwa ada sesuatu yang sangat salah dan
membuatnya hampir putus asa. Dia kurang yakin apa sesungguhnya masalahnya,
tetapi dia sudah dengar mengenai seorang Nabi baru yang bahkan punya seorang
pemungut cukai di antara murid-murid-Nya.
Dan
bersama orang-orang yang merasakan kebutuhan mereka, Zakheus ingin melihat
Yesus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar